Alasan Ilmiahnya Mengapa Sebaiknya Dihindari Minum Teh di Saat Sahur

Apakah sahabat merupakan orang yang selalu menyiapkan segelas teh hangat di meja makan di saat sahur. Kita berpikir bahwa minum teh pada saat sahur adalah salah satu cara untuk menjaga puasa agar tetap kuat. Ternyata kekuatan yang diberikan oleh teh hanya bertahan sesaat di dalam tubuh kita. Namun tahukah Anda jika sebaiknya menghindari mengonsumsi teh di saat sahur. Lonjakan tenaga setelah mengonsumsi teh yang mengandung gula hanya akan berlangsung setengah jam. Dalam waktu 1-2 jam kemudian tubuh akan melemah.

Dilansir dari ArabNews, Kamis (18/6), menurut pakar kesehatan asal Swiss, Dr U Barsilus, teh bersifat diuretika yang membuat Anda menjadi lebih sering buang air kecil. Akibatnya tubuh kehilangan garam dan mineral yang sangat dibutuhkan tubuh. Padahal seperti yang kita ketahui, selama berpuasa tubuh tidak mendapat asupan cairan.

Teh juga mengandung bahan kimia yang bersifat dieuretik, yang artinya menambah kecepatan pembentukan urine. Hal ini dapat memicu keluhan sering buang air kecil. Ketika kita banyak buang air kecil maka cadangan air dalam tubuh menjadi berkurang dan tubuh akan kekurangan air saat menjalani ibadah puasa. Meski begitu, bukan berarti tidak di perbolehkan untuk minum teh pada saat sahur. Sebab, teh juga merupakan bagian dari pemenuhan kebutuhan cairan. Hanya saja, jangan terlalu banyak.

Waktu terbaik utuk mengonsumsi teh adalah saat berbuka puasa. Tapi perhatikan lagi kadar gulanya, jika terlalu banyak justru bisa mengacaukan sistem pencernaan. Minum air putih hangat lebih dianjurkan baik untuk sahur maupun saat berbuka puasa. Selain itu, jangan lupa untuk mengkonsumsi jus buah.  Jus buah atau memakan buah secara langsung juga sangat dianjurkan untuk memaksimalkan proses detoksifikasi. Sebab, saat puasa tubuh justru akan mengeluarkan racun melalui aliran darah, pori, serta pembuangan lainnya.

Sumber : ArabNews

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *