Lebih Baik Jomblo Tapi Tau-Tau Nikah, Daripada Pacaran Tapi Gak Nikah-Nikah!

Apakah sahabat merasa bahwa hidup ini memang gudangnya pertanyaan. Hampir semua hal selalu dipertanyakan, salah satunya urusan status hubungan. Punya pacar selalu ditagih kapan nikah. Sedangkan yang tak punya pacar alias jomblo tak kurang-kurang juga pertanyaan yang harus dihadapi. Tapi jadi jomblo yang dihadapi bukan hanya pertanyaan “Kapan punya pacar?” atau “Kenapa belum punya pacar?” Jomblo itu kadang tidak enak tapi tidak enaknya cuma kadang-kadang hehe, tidak enaknya pas lagi diledikin sama temen-teman dan ketika malam minggu karena semua yang punya pasangan pada keluar buat kencan, dan selebihnya semuanya nyama-nyaman aja menjadi jomblo. Kalaupun boleh diberi pilihan, kamu pasti memilih untuk lama menjomblo tidak terdengar pacaran tapi langsung nikah. Daripada pacaran tapi tak juga nikah-nikah.

Dengar kabar temenmu yang jomblo mau nikah kamu pasti kagetkan? Tapi Denger kabar temanmu yang gak jomblo mau nikah pasti biasa-biasa. Kamu pasti tidak akan kaget kalau dengar kabar temenmu yang tidak jomblo nyebar undangan. Tapi kamu pasti akan kaget begitu dengar kabar atau dapat undangat dari temenmu yang gak jomblo mau nikah? Buat kamu yang udah punya pasangan jangan sibuk nanyain kapan punya pasangan sama si jomblo.  Kamu gak tau kalau nantinya kamu bakalan didului sama si jomblo untuk nikah duluan. Karenanya jangan ikut-ikutan kepoin si jomblo kapan mau punya gebetan atau menyebut mereka tidak laku. Entar giliran dia ‘laku’ nemu pasangan dia akan duluan ke pelaminan. Dan jangan terlalu bangga pamer-pamer bahagianya punya pasangan di hadapan mereka yang jomblo karena memang bikin iri.

Saat kamu pamer punya pasangan itu enak, jomblo itu memang merasa iri tapi kadang-kadang tidak selalu. Mereka tidak akan iri sama kamu ketika kamu ribet harus bertengkar dulu sama pacarmu hanya karen ingin main atau kumpul sama teman-temanmu. Bukankah antara jomblo sama yang sudah punya pasangan itu memiliki kesamaan? Ada kesamaan antara kamu yang sudah punya pasangan sama mereka yang masih jomblo. Kesamaannya sama-sama masih belum menikah, dia yang saat ini sama kamu juga belum tentu bakalan jadi jodohmu, bisa saja pacarmu yang sekarang jodohnya temenmu yang sekarang sedang jomblo. Bukankah lebih baik jomblo tau-tau nikah daripada pacaran gak nikah-nikah. Bukankah lebih baik sendiri aja dulu kalau memang tidak mau cepat-cepat menikah? daripada membuang-buang waktu pacaran kesana kemari, iya kalau ujung-ujungnya jadi jodoh kalau pada akhirnya putus? ngenes juga akhirnya, malah bakalan lebih ngenes dari yang sekarang ini dirasakan oleh para jomblo.

Meskipun demikian, dibalik segala hal tetap ada hikmahnya, termasuk kondisi masih menjomblo. Sejumlah hasil penelitian yang dilansir laman independent.co.uk beberapa waktu lalu, membuktikan bahwa tak sedikit juga kelebihan yang bisa didapat saat masih lajang, ketimbang setelah menikah. Hasil penelitian Bella DePaulo, seorang psikolog di University of California Santa Barbara yang dilansir laman independent.co.uk beberapa waktu lalu, membuktikan bahwa tak sedikit juga kelebihan yang bisa didapat saat masih lajang, ketimbang setelah menikah.

Lebih Menerima Kesendirian

Bella DePaulo, seorang psikolog di University of California Santa Barbara berhasil membuktikan bahwa orang lajang cenderung lebih bisa menerima kesendirian sekaligus mendapatkan keuntungan darinya. Tak jarang orang yang masih lajang, menemukan ide, gagasan atau penemuan kreatif dan inovatif saat sendiri. Beberapa penelitian telah menghubungkan kesendirian dengan manfaat seperti peningkatan rasa kebebasan dan tingkat kreativitas dan keintiman yang lebih tinggi. Amy Morin, seorang psikoterapis mengatakan waktu sendirian dapat membantu orang menjadi lebih produktif juga. Dalam presentasi 2016 untuk American Psychological Association, DePaulo mempresentasikan bukti orang lajang cenderung memiliki perasaan penentuan diri yang lebih kuat dan lebih cenderung mengalami pertumbuhan dan perkembangan psikologis daripada pasangan mereka yang sudah menikah. Analisis data lainnya dari Survei Keluarga dan Keluarga 1998 menunjukkan bahwa orang-orang lajang dalam sampel lebih cenderung mengalami pertumbuhan pribadi daripada orang-orang yang sudah menikah, yang diukur dengan bagaimana mereka merasakan proses pembelajaran dan pertumbuhan gagasan baru.

Memiliki Jaringan Sosial yang Lebih Kuat

Pada tahun 2015, ilmuwan sosial bernama Natalia Sarkisian dan Naomi Gerstel mulai mengeksplorasi bagaimana hubungan dengan saudara, tetangga, dan teman bervariasi antara orang dewasa Amerika yang sudah menikah dan lajang. Mereka menemukan bahwa lajang tidak hanya cenderung sering menjangkau jejaring sosial mereka, tapi juga cenderung memberi dan menerima bantuan dari orang-orang ini lebih banyak daripada teman mereka yang sudah menikah. Hasil mereka tetap stabil meskipun mereka memperhitungkan faktor-faktor seperti tingkat ras, jenis kelamin, dan pendapatan.Sederhananya, “menjadi lajang meningkatkan hubungan sosial baik wanita maupun pria,” tulis Sarkisian dan Gerstel di koran mereka. Membina persahabatan adalah kunci untuk menua dengan baik dan meningkatkan kebahagiaan. Salah  satu dari koran mereka yang diterbitkan pada tahun 2008 di British Medical Journal, menemukan bahwa orang-orang yang memiliki kontak teratur dengan 10 atau lebih orang lain secara signifikan lebih bahagia daripada mereka yang tidak melakukannya, dan orang-orang dengan teman yang lebih sedikit kurang bahagia secara keseluruhan.

Cenderung Lebih Bugar

Dalam survei pada lebih dari 13.000 orang berusia antara 18 dan 64, para periset menemukan mereka yang belum pernah menikah, lebih sering berolahraga setiap minggu daripada rekan mereka yang sudah menikah atau menikah lalu bercerai.Sebuah studi tahun 2015 di jurnal Social Science and Medicine membandingkan indeks massa tubuh sekitar 4.500 orang di sembilan negara Eropa dan menemukan fakta orang-orang lajang memiliki indeks yang sedikit lebih rendah daripada mereka yang telah menikah. Secara keseluruhan, pasangan yang sudah menikah juga beratnya sekitar lima pound lebih banyak dibanding yang lajang.

Sumber : duapah.com dan pikiran-rakyat.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *