Jangan Bonceng Anak di Posisi Depan, Kejadiaan Berikut Bisa Menjadi Pembelajaran

Beberapa hari yang lalu video lama viral kembali. Sebuah video yang menunjukkan bahayanya memboncengkan anak kecil di jok depan motor matic. Video ini kembali menjadi perbincangan warganet. Memang banyak dari orangtua yang membonceng anaknya di posisi depan saat mengendarai motor. Alasannya agar anak lebih mudah diawasi.  Padahal, itu sebetulnya adalah perilaku yang salah. Potensi bahaya yang akan dialami anak justru lebih besar. Misalnya, lebih mudah terkena hembusan angin dan debu.

Video itu diunggah oleh akun Instagram @roda2blog pada hari Senin (19/3/2018) kemarin, “Hati-hati bonceng anak di depan saat bawa matik.” tulisnya dalam caption video. Dalam video tersebut, terlihat seorang pria memboncengkan anak kecil dengan motor matic warna putih. Saat hendak diturunkan dari atas motor, anak itu tidak sengaja memegang gas. Akhirnya, motor meluncur dan menabrak pintu depan sebuah mini market.

Berdasarkan rekaman videonya, si anak dan pengendara tidak terlihat mengalami luka serius. Keduanya langsung mendapatkan pertolongan dari warga sekitar dan pengunjung mini market tersebut. Video ini akhirnya jadi viral dan dibicarakan oleh warganet. Hingga berita ini ditulis, video tersebut sudah mendapatkan lebih dari 63 ribu views. Berbagai komentar juga muncul dari pihak warganet. Ada yang mempermasalahkan soal cara menurunkan si anak, bukan membonceng di depan. Berikut ini komentar mereka.

@promotor_honda_jogja “fokus dan konsentrasi pada keselamatan lebih diutamakan.. #cari_aman”
@iratripambudi “Untung Anak nya Gak kenapa², pembelajaran buat Maticer”
@tasya8709 “Asstafirullah”
@ramaneazka “Mau matic mau bebek, biasakan anak bonceng didepan diturunkan lewat sebelah kiri. Biar nggak nyenggol stang gas. Lebih aman motor dimatikan dulu, baru penumpang diturunkan”
@r_hadi.arief “Anaknya masih kecil..memang harus didepan, gak ada yg pegangin dibelakang. Masalahnya memang harus lebih hati2.. harus dibiasakan mematikan mesin sebelum turun.. umumnya mesin motor matic mati kalau standart samping dipasang/diturunkan..”

Kejadian ini membuat polisi dan pakar keselamatan berlalu lintas tak bosan-bosannya mengimbau para pengendara motor untuk tidak memboncengkan anak di jok depan. Sebab, hal itu dinilai berbahaya. Trauining Editor Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu meyatakan, menempatkan anak kecil di jok depan pada jenis transmisi motor apapun sangat tidak dibenarkan.

Dilansir dari Kompas.com, “Jangan melihat penyebab langsungnya. Dalam konteks kecelakaan ini, membawa anak kecil dan ditaruh di depan adalah bentuk kelalaian fatal yang tidak dapat ditolerir baik pada norma safety maupun legal hukum,” kata Jusi, Kamis (22/3/2018). Pengendara disarankan menempatkan anak di jok belakang. Namun, dengan catatan kaki si anak sudah dapat menyentuh pijakan kaki dengan optimal. “Kalau kedua kakinya belum dapat menyetuh pijakan kaki dengan optimal, maka tidak direkomendasikan. Karena si anak akan rentan keseimbangannya dan ini membahayakan,” pungkasnya.

Sumber :bundacerdas.co

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *